Sebuah Fakta Menggelisahkan di Arena Koro Pedang Enrekang

Semoga Apa yang Aku tulis ini tidak menjadikan kecelakaan bagiku didunia dan di akhirat kelak.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya.  Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan
hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabnya. (Al-Isra’: 36

Hari- hari kami berangkat pagi pulang kadang sudah lewat tengah malam dak tak jarang harus menginap disatu lokasi ,terhadang cuaca yang ekstreem kadang juga harus nyawa terancam ban motor dipotong, jok diolesi tai anjing dan situasi getir lainnya kami hadapi untuk meyakinkan petani untuk menjadikan KACANG KORO PEDANG menjadi tanaman pendamping tanaman utama dan penghasilan tambahan bagi mereka sangat MUDAH…mereka berlomba-lomba menanamnya dilahan lahan kritis,terlantar bahkan ada yang sampai mencoba menggantikan tanaman palawija yang selama ini mereka usahakan. ini bisa terjadi karena kami dan gapoktan yang ada menjamin pasar bagi KACANG KORO PEDANG yang akan mereka hasilkan …!!! Waktu berjalan …!!!

Ketika panen yang pertama kami hadapi justru petugas nakal ( Ngga’ semua nakal , Banyak juga yang menghargai perjuangan kami) menghembuskan isu bahwa komoditas ini tidak laku dijual maka tak jarang tanaman yang masih produktif diterlatarkan bahkan ada yang ditebang….!!!! IRONIS .tetapi …!!!

Tahukah saudaraku yang paling meresahkan kami adalah para pemain TATA NIAGA ” DADAKAN “yang sangat tidak elok , atas nama untung dan rugi , atas nama punya duit dan rupa-rupa kesombongan mereka menerobos tata niaga yang kami sudah rencanakan dan susun dari awal ….agar Tata budi daya dan tata niaganya berkelanjutan,….dengan serakah membeli secara sporadis didaerah-daerah yang mudah dijangkau saja tanpa mau berpikir dan mau tahu bahwa yang dijanjikan dijamin dibeli CANGKORDANG NYA justru lebih banyak didaerah pelosok yang membutuhkan kost cukup tinggi dikeluarkan gapoktan , mereka tidak mau tahu walau sudah diberi tahu bahwa subsidi silang tranportasi dilakukan oleh Gapoktan guna menjaga pembelian kepada petani secara merata bahkan dengan ringan mereka berkata ” ah,… saya tahu dengan pembelian harga segitu gapoktan sudah untung banyak kok…!!!” hal ini tidak salah ketika pembelian dilakukan dilokasi lokasi yang mereka lakukan selama ini tapi kami sangat berkeinginan mengajak mereka ke lokasi pembelian yang dari lokasi pakai kuda ,di over ke motor ojek bergelut lumpur kemudian ke mobil double gardan( 4 Whell Drive ) ,kemudian baru ke truck menuju gudang belum lagi yang harus dari ojek motor dengan tarif khusus diseberangkan perahu sekali menyeberang 15 ribu yang hanya mampu menampung 200 kg barang kemudian ojek lagi sampai ketepi jalan desa dan banyak lagi kendala tranportasi justru dibanyak produksi. Kami tidak ingin mengeluh …!!! justru inilah seni pembinaan yang unik, antik sekaligus menyenangkan sekaligus merisaukan keberlasungan keunikan ini jika gapoktan harus merugi sementara PEDAGANG DADAKAN justru kipas-kipas…. Yang mengharukan sekaligus menggemaskan kami justru yang paling sulit diberi pengertian tentang tata niaga ini yang pelakunya bertitel SARJANA dan berprofesi sebagai PENDIDIK BANGSA ….!!!Pegawai Pemerintah pembina Petani…!
sungguh Ironis…!!!disisi lain kami harus jujur berterima kasih pada mereka yang sudah mau terjun langsung memperhatika CANGKORDANG ini dan kami akan sangat berterima kasih lagi jika mereka-mereka mau bersama-sama menjaga kelangsungan bengawan CANGKORDANG yang mengalir jauh ke pedalaman-pedalaman .

Kesimpulan kami menghimbau petani yang selama ini dianggap masyarakat marjinal, kurang pendidikan dan segala kekurangan nya dengan jumlah terbanyak dinegeri ini jauh lebih mudah dari sekedar Menghimbau seorang yang berpendidikan tapi bertabiat RAKUS.

Semoga dengan tulisan ini menjadikan teguran bagi diri pribadi kami bahwa apa yang kami perbuat selama ini belum menghasilkan apa-apa dan perjuangan masih sangat jauh .
Pada Akhirnya sebagai manusia biasa kami mengakui demikian banyak kekurangan-kekurangan kami sebagai pendamping petani dalam menggali dan memaksimalkan karunia Allah yang sudah diamanahkan dan kita terima ini,Kami ternyata hanya bisa berbuat semampu kami , hasil nya kami serahkan Kepada yang memiliki hidup ini.Kami mohon maaf kepada semua pihak yang tersangkut dalam usaha CANGKORDANG dari mulai tata budi daya sampai ke tataniaga, Kami mohon ampun pada Allah SWT atas Mata,Telinga dan hati kami dan mohon perlindungan padaNYA dari tidak diridhoinya Upaya Kami..!

Bp, Djoe Juga Sjamsuddien

http://www.facebook.com/sjamsuddin.joe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s